Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Juni 2016

Opini moral Generasi Muda



Penulis: Panji Anugerah

Kurangnya Moral generasi muda.
            Waktu yang terus berputar, perkembangan teknologi yang semakin canggih, kehidupan yang semakin modern itu adalah alasan kenapa moral generasi muda saat ini sangat berkurang. Berkaca dari pengertian bahwa moral ialah sesuatu perilaku seseorang yang bersifat positif. Coba kita renungkan dan perhatikan bahwa generasi muda saat ini tidaklah seperti generasi muda seperti 30-50 tahun silam. Generasi muda saat ini sangat mudah melakukan perbuatan dosa dan tidak malu untuk melakukannya dan bahkan ada yang  mempublikasikan kedepan umum.
            Sangat luar biasa perilaku generasi muda zaman sekarang, sudah tidak lagi mengenal dosa. Kiblat yang selalu mengarah ke barat yang merupakan aktor utama dari perubahan perilaku generasi muda. Tidak bisa kita pungkiri bahwa seperti gaya hidup (life style),  fashion, hingga makanan sekalipun generasi muda sangat berpatokan ke sana.
            Terlebih di negara indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim, kenapa musti condong mengikuti pergaulan ke arah barat? Bukankah itu dosa? bukankah kita telah mempelajari bagaimana perilaku yang baik dan tidak bertentangan menurut ajaran agama islam. Moral itu ibarat dasar perilaku manusia,  jika tidak ada moral maka kehidupan manusia akan menjadi berantakan.
            Yang paling membuat miris dan akhir-akhir ini terjadi di negara ini ialah maraknya perilaku tak bermoral  yang mengatas namakan agama. Dimana hati nurani itu? Dimana jiwa kemanusiaan itu?. Moral tidak ada lagi, manusianya sudah seperti binatang. Bagaimana indonesia menjadi negara maju dan negara yang cemerlang jika generasi mudanya tidak mempunyai moral.
            Semua perubahan moral itu ada ditangan generasi muda, pada awal sekolah tepatnya sekolah dasar (SD) telah diajarkan cara berperilaku yang baik, hingga kejenjang mahasiswa masih diajari cara membina moral, tapi kenapa generasi mudanya masih bersifat amoral? Bingung siapa yang harus disalahkan, apakah pemerintah, keluarga, ataupun lingkungan. generasi muda oh generasi muda yang katanya  masa depan negri, yang katanya cahaya dalam kegelapan.
            Jika dilihat lagi ke masalah-masalah yang sering terjadi, coba kita lihat betapa berkeliarannya narkoba di tangan generasi muda, betapa lazimnya seks bebas betapa seringnya tawuran-tawuran yang terjadi.  Coba kita renungkan hasil survey dari BNN (Badan Narkotika Nasional) yang mengatakan bahwa 50 orang meninggal karena narkoba itu bukti kuat bahwa indonesia lagi terjajah oleh barang haram tersebut.
            Belum lagi jika berbicara tentang seks bebas sudah ratusan bahkan ribuan anak yang lahir tanpa seorang ayah. Moral generasi muda lagi dijajah, siapa yang menjajah moral tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah diri sendiri. Sudah sangat susah mencari pergaulan anak muda yang bersifat positif dan bermoral semuanya keji, dosa dan dosa. pemerintah sudah sangat bersusah payah untuk memberantas perangai-perangai haram yang dilakukan oleh generasi muda. Seperti contohnya narkoba, betapa seriusnya pemerintahan Jokowi mengatasi narkoba.
            Kita ambil contoh telah meningkatnya peraturan pemerintah tentang narkoba dan begitu ketatnya pengamanan-pengamanan yang dilakukan di perbatasan perbatasan negri sehingga barang tersebut tidak sampai ke negara indonesia raya ini. Saya rasa itu hanya sebagai simbol belaka karena perubahan yang sesungguhnya itu adalah di dalam diri kita. Untuk apa pemerintah membuat peraturan seketat-ketatnya sementara niat untuk melanggarnya itu ada. Kurang lebih dari 100 ribu orang di rehabilitasi karena narkoba dan dalam tahun 2015 sekitar 100 lebih jiwa melayang karena di tembak mati. Tetapi kebijakan itu hanya sekedar kebijakan buktinya saja para generasi muda masih banyak mengedarkan, dan mengonsumsi barang haram tersebut.
            Banyak orang yang tidak bersalah terkena dampak dari narkoba seperti seringnya pencurian, pembunuhan, pemerkosaan bahkan ada yang secara massal naudzubillah!. Memang narkoba begitu selain membunuh jiwa dan raga narkoba dapat membuat perangai manusia itu seperti para binatang. kalau sudah ketergantungan narkoba satu hari tidak memakainya akan serasa hampa yang hidup ini, yang akan mengakibatkan stress, sakau bahkan gila. akibat dampak tersebut seorang pemakai bersusah payah untuk mendapatkan barang tersebut baik dengan cara halal atau tidak. Mereka tidak kenal lagi yang namanya teman, keluarga, saudara atau apapun itu. Lain ceritanya kalau pengonsumsi tersebut adalah seorang wanita dia rela untuk menjual harga dirinya demi mendapatkan narkoba. Begitu amburadul moral generasi muda saat ini harga diri tidak ada lagi, kemana harus mengadu? Siapa yang harus diadu? Dan hal apa saja yang akan diadukan?
            Belum lagi kalau bicara kekerasan, tawuran antar kampung tawuran antar geng atau apalah itu yang membuat keresahan. Tidak ada lagi kenyamanan dan ketentraman yang didapatkan akibat dari pergaulan-pergaulan bebas ini. Hidup ini sudah seperti di rimba siapa yang kuat dia yang menang. Rasa cinta terhadap sesama manusia telah berkurang dan bahkan pudar.            
            Tindak kriminal yang terus bertambah di negri ini setiap harinya bahkan setiap jamnya itu semua akibat dari kurangnya moral. Sebanyak 70% pelaku dari tindak kriminal itu adalah generasi muda. Apakah semua generasi muda dapat disalahkan? Revolusi mental dan Revolusi mental yang dikatakan oleh bapak jokowi apa mampu untuk me-restart atau menghilangkan sifat-sifat buruk yang selama ini telah tertanam di dalam diri.
            Mungkin pendidikan adalah salah satu  jawaban dari segala permasalahan ini. Coba saja pemerintah mengatur ulang kurikulum pendidikan dengan memasukkan pendidikan dan pembinaan moral yang berjenjang kepada bibit muda ini. Karena lemahnya pendidikan bisa saja alasan kenapa moral generasi itu tidak ada lagi. Karena sudah susahnya mencari sekolah yang ideal yang menyetarakan fungsi dan tujuan jasmani, rohani, material dan spritual.
            Tatanan sosial masyarakat akan hancur jika tidak ada moral karena moral itu adalah sebagai simbol manusiawi kalau tidak bermoral sama saja seperti binatang. Karena negara akan maju dan berkembang jika adanya kesatuan.  
            Moral sangat diperlukan dalam hidup karena itu adalah sebagai pengontrol dan penahan hawa nafsu kita. Kemana kita bisa memperbaiki moral? coba tanya hati semua berawal dari niat. Karena orang ingin berubah pasti dari niat dan kerja keras. Banyak orang berilmu tapi tak bermoral coba kita terjemahkan langsung ke kehidupan kita sehari-hari. Banyaknya pejabat yang tertangkap kasus korupsi, penggelapan uang dan bahkan memakan hak-hak rakyat kecil itu semua akibat dari tidak adanya moral, moral yang di dasari oleh sifat dan iman.
            Percuma saja negri ini mayoritas islam tetapi akhlak dan tingkah laku sama saja seperti negara yang tidak mempunyai ketuhanan. Betapa banyakya professor di negri ini betapa banyaknya ilmuwan di negri ini tapi tidak ada satu pun yang mengajarkan tentang bermoral dan berakhlak yang baik sesuai dengan ajaran islam.
            Permasalahan yang awalnya hanya dipandang sebelah mata tapi bisa menghancurkan sebuah bangsa besar. Moral dan moral permasalahan yang kecil yang tidak bisa diatasi sampai saat ini. Semoga kedepannya masalah ini dapat diatasi salah satunya dengan merevisi ulang kurikulum pendidikan dan pembinaan moral yang berjenjang kalau tidak penyakit ini akan terus turun menurun kepada bangsa ini hingga akhir waktu.

Opini tentang Teknologi dan Komunikasi



Penulis: Panji Anugerah
Perkembangan Teknologi Komunikasi
Sejalan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi komunikasi juga semakin maju. Kolonialisme membuat sains dan teknologi diambil alih oleh Barat, dan menjadikan negara terjajah termasuk Indonesia hanya sebagai negara “satelit”. Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme bangsa.        
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.
Pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi seperti pedang bermata dua disatu sisi kita tidak dapat menyangkal manfaat dan ancaman yang dibawanya, jadi manfaat disebut juga pengaruh positif dan ancaman disebut pengaruh negatif. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya Teknologi Informasi adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai contoh manifestasi Teknologi Informasi yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dalam kegiatan ekonomi sudah dilakukannnya E-banking, E-comerce,E-shopping dan masih banyak lagi.
Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya Teknologi Informasi misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia dan penipuan serta pembobolan keuangan melalui media elektronis juga akibat dari kegiatan ekonomi yang semakin mudah.
Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh negatif dan positif. Hal negatif apabila orang menguasai perkembangan teknologi seperti menguasai IT, Komputer, dll dan mengunakannya untuk menghancurkan kehidupan manusia, sedangkan sisi positif menjadikannya sebagai pengarah kehidupan manusia menuju hidup yang lebih baik dari sebelumnya.
Banyaknya informasi yang kita terima sering membuat kita kesulitan dalam memilih prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Makin banyak informasi yang kita tampilkan dan share di internet dengan atau tanpa kita sadari yang membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. (c/: Facebook, Friendster, Twitter).

Setelah membaca artikel yag diatas dapat saya simpulkan:
Bahwa Perkembangan teknologi komunikasi telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi tanpa kita sadari mempunyai dampak positif dan negatif yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun contoh-contoh dampak positif terhadap perkembangan teknologi komunikasi secara umum menurut pendapat saya adalah semakin mudahnya interaksi seseorang, di zaman teknologi seperti saat ini tidak mengenal kata jarak, lebih cepat mengetahui hal-hal yang baru saja terjadi, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan dampak negatifnya menurut saya ialah lebih individualis, kurangnya berinteraksi secara tatap muka (langsung), malas, kurang mengetahui waktu, dan pola hidupnya yang bersifat pemakai.
Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan perkembangan teknologi ini kita dituntut harus mampu menyaring (filter) supaya kehidupan kita tidak dimakan oleh zaman dan keadaan. Di zaman yang serba instan ini kita dipaksa untuk lebih dewasa seperti yang sebelumnya, teknologi membantu kita untuk lebih cepat menuntaskan masalah atau pekerjaan sehari-hari.
Pergunakanlah teknologi itu untuk hal-hal yang positif dan jangan di pergunakan untuk hal-hal yang negatif. Jika dipergunakan untuk hal-hal yang negatif akan mengakibatkan kerusakan pada diri kita, baik secara rohani dan jasmani. Harapan saya untuk teman-teman sekalian pergunakanlah tekonologi itu sebagai wadah untuk mencari ilmu supaya kita jangan sebagai konsumen tetapi sebagai produsen dari teknologi tersebut.


puisi sahabat



  Penulis: Panji Anugerah

Mengenang Sahabat


 Satu per satu telah pergi
Menghilang dari hadapanku
Suasana yang dulu bergemuruh
Kini menjadi hening dan sunyi

Ada sosok seorang sahabat yang aku rindukan
Candamu masih melekat manis di ingatanku
Tahi lalat di pipi adalah ciri khasmu
 Aku merasa kehilangan energi didarahku
Merasa kehilangan yang sebenarnya kehilangan
Perasaan cemas, hati kusam tak tau apa ingin di perbuat
Semuanya serasa hampa

Aku merasa itu hanya mimpi
Tapi sesaat aku tersadar..... menyesakkan dada!
Ternyata semuanya nyata!
Nyata dan nyata!

Begitu cepat, begitu perih tertusuk tajam di benakku
Ternyata kamu telah pergi



Cerpen Pengalaman hidup



Penulis: Panji Anugerah

Sesaat Tersesat di Tanah Minang
Melangkah dengan sebuah kebingungan dan penasaran yang menyampaikan langkahnya kesini. Terbersit dalam hatinya kenapa disini, kenapa harus kesini. Tidak ada perencanaan ataupun impian awalnya datang ke sini. Berasal dari provinsi sebelah yang ingin menggapai sebuah asa demi mendapatkan sebuah cita-cita. Pada hari itu tepatnya Minggu 17 agustus 2014 ia berangkat dari rumahnya dengan membawa sejuta harapan dan impian pergi ke salah satu daerah yang sebelumnya tidak pernah ia kenal bahkan sama sekali belum pernah ia singgahi Batusangkar namanya.
Berangkat sekitar jam 9 malam dari rumahnya iringan musik minang dan anggunnya cuaca malam yang menemaninya dalam perjalanan. Singkat cerita waktu telah menunjukkan pukul 7 pagi tanpa tersadar sudah sampai ke kota wisata atau salah satu kota kebanggaan masyarakat minang yaitu Bukit Tinggi. Perasaan bingung menghampiri wajahnya, entah kemana langkah yang mau diambil entah kemana arah yang dituju karena jalan ke Batusangkar tidak ia ketahui. Untung ada supir yang baik hati yang mengantarkannya ke baso yaitu simpang ke Batusangkar.
Setelah sesampai di simpang baso sang supir mengatakan inilah jalan ke batusangkar tunggu aja disini nanti ada bus ukuran ¾ lewat tumpangin saja, seraya ia membuka pintu mobil. 5 menit berlalu tetapi bus yang ia tunggu-tunggu tidak datang karena merasa lapar ia pun bergegas ke rumah makan untuk mencari sarapan. Setelah sarapan ia kembali ke simpang untuk menunggu bus dengan wajah yang lebih cerah dan perut yang lebih bersemangat ia pun bersabar untuk menunggu.
Kurang lebih setengah jam telah terlewatkan bus yang di nanti tidak kunjung tiba, cemas datang menghampirinya lalu berkata dalam hati “apa benar ini jalan ke batusangkar tapi kok bus tersebut tidak datang-datang” karena takut salah jalan ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada seseorang, yang pada waktu itu ada bapak-bapak yang berdiri di depan sebuah warung, dengan sapaan yang hangat dan lembut ia berbincang-bincang kepada bapak tersebut seraya menanyakan jalan ke Batusangkar dan Stain Batusangkar. Tak lama kemudian perbincangan masih hangat-hangatnya ternyata bus yang ia tunggu-tunggu datang juga perbincangan tersebut diakhiri untuk sementara karena nyatanya bapak tersebut ikut menaiki bus tersebut karena ada urusan ke salimpaung. Persawahan, udara yang ceria, angin yang hangat menemani perbincangan dan perjalanannya. Akhirnya sampai juga di kota budaya minang Batusangkar.
Menyingkat kisah, hari pertama kuliah telah ia jalani bertemu, berkenal, berbagi senyuman kepada teman-teman barunya. Bahasa dan budaya yang asing ditelinganya membuat suasana terlihat aneh di matanya. Maklum ia orang asli batak kurang mengetahui bahasa maupun budaya minang kabau. Satu per satu hari ia lalui satu per satu temannya bertambah. Karena suara dan logatnya yang minor membuat ia cepat di kenal di lokal maupun di luar lokal. Suatu ketika teman mengajak ia bermain-main ke pasar lalu memanjakan lidah di area kaki lima.
Ada satu yang ganjil dan mungkin tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya yaitu dimana disaat dia membeli salah satu makanan yaitu pisang crispy namanya, karena merasa kelamaan menunggu dan ingin mencicipi rasa dan makanan tersebut ia mengambil pisang yang matang tersebut dari adonan. Dengan wajah senyum pedagang merespons dan menyatakan “lagi lapar ya dek, ambil saja semua pisangnya” karena masih polos atau apalah itu dengan anggunnya ia berani mengambil makanan tersebut, wajah memerah tiba-tiba menghampiri temannya. Ia pun bingung dengan apa yang terjadi karena anggapannya tidak ada yang salah.
Sesampai di kost temannya mengatakan sakit hati saya, lalu ia bertanya ada apa teman kenapa sakit hati? Lalu temannya menjawab tadi itu saat kamu mengambil pisang tersebut saya malu terlebih disaat ia mengatakan ambil saja semua dek, itu sindiran halus maksudnya jangan ambil itu lagi, dengan wajah yang malu ia pun meminta maaf kepada temannya dengan aksi konyolnya tersebut.
Hari demi hari telah ia jalani tanpa ada kendala-kendala yang berarti. Semester satu pun telah ia lalui dengan IP 3,58 senyuman mengiringi langkahnya menutup lembaran-lembaran awal di tanah minang. Lanjut ke cerita berikutnya tepatnya semester 2 di semester ini ia lebih dekat kepada teman-teman dan lebih memahami sifat dan kebudayaan dari minang kabau, dimana di semester 2 ini ia lebih berani untuk mengemukakan pendapat-pendapatnya. Di semester 2 ini juga kali pertamanya ia di usir dosen dan tidak di perbolehkan untuk masuk lokal, rasa malu, kecewa tak dapat di pungkiri dari wajahnya.
Tiap detik ia lalui di tiap jam ia tatapi, terkadang sebelum tidur dia masih membayangkan dan berfikir kenapa bisa sampai kesini haruskah takdir ini di salahkan dan tiba-tiba perasaannya muncul untuk kembali mengulang SBMPTN 2015, di dalam dadanya sudah bulat untuk kembali mengulang kuliah jika lulus nantinya di SBMPTN. Sesaat besok harinya ia menghubungi orangtuanya dan membicarakan keinginannya ini ternyata tanpa ia sadari orangtuanya merespons dengan baik dan malah mendukung sepenuhnya tekatnya tersebut.
Keesokan harinya ia langsung membeli buku-buku tentang SBMPTN. Belajar, belajar dan belajar waktunya habis untuk membahas soal soal SBMPTN tidak ada waktu mainnya lagi. Setiap teman-teman kost datang ke kamarnya pasti menggeleng-gelengkan kepala karena ulahnya yang tak henti-henti membaca buku tersebut. Sesaat berbicara-berbicara ringan kepada temannya di kantin kampus ia menyampaikan keinginannya untuk mengulang SBMPTN teman-teman satu lokalnya tidak suka dan merasa kecewa dengan keputusannya tersebut. Semua teman-teman tidak setuju kalau ia mengulang SBMPTN, tapi karena bulat dan niatnya yang telah sempurna ia tidak menghiraukan penyataan-pernyataan tersebut.
4 bulan sudah berlalu waktu yang ia tunggu-tunggu hanya menghitung hari. Tepatnya tanggal 08 juni 2015 ia berangkat ke padang untuk mengikuti ujian SBMPTN 2015. Ada sedikit kendala yang ia temukan sesaat dalam perjalanan, dimana motor yang ia kendarai knalpotnya putus dan lepas dari tempatnya. Perasaan tidak karuan menyelimuti hatinya dikarenakan ia sama sekali tidak mengerti dengan otomotif terlebih lagi motor tersebut adalah motor temannya. Karena tidak mau mengambil resiko ia langsung pergi ke bengkel untuk memperbaki kendala tersebut padahal tanpa ia sadari uangnya cukup hanya untuk makan. Sesaat masalah knalpot tersebut telah selesai di perbaiki baru ia tersadar bahwa uangnya hanya cukup untuk makan saja. Untung saja uang untuk memperbaiki knalpot tersebut hanya 15 ribu rupiah.
Keesokan harinya ia berangkat ke SMA 8 padang untuk melaksanakan ujian SBMPTN, tidak ada kendala yang berarti dan ia lebih optimis untuk menang. Setelah selesai ujian ia langsung berangkat ke batusangkar alhamdulillah ia selamat dalam perjalanan. Di semester 2 ini indeks prestasinya menurun karena ia lebih fokus ke ujian SBMPTN daripada ujian di kampusnya, tapi rasa syukur masih tertanam di dalam hatinya karena nilainya tersebut tidak jauh menurun hanya turun sebesar 0,03 dan ia menutup semester 2 ini dengan Indeks Prestasi (IP) 3,55.
Sebulan telah berlalu hari yang ia tunggu-tunggu datang juga dimana di hari itu ia menunggu hasil dari SBMPTN 2015. Tepat pukul 5 sore ia langsung membuka website resmi SBMPTN 2015 jantung yang dag-dig-dug dan perasaan optimis yang sangat besar dari dirinya, karena ia beranggapan ia bakal diterima di PTN yang ia pilih karena jika berkaca dengan hasil ujian dan kemampuannya.
Ternyata oh Ternyata takdir berkata lain dan kali keduanya ia gagal menembus PTN yang ia impikan tersebut. Waktu terus berputar lamban laun teman-teman ia yang di Batusangkar mengetahui bahwa ia tidak lulus rasa bahagia dan senang datang ke diri mereka karena tidak jadi berpisah dengan temannya tersbut.
Lanjut ke semester 3 dimana di semester ini ia lebih serius dalam hal perkuliahan dan ia telah membulatkan tekad untuk lebih serius dalam menggali ilmu karena ia beranggapan bahwa memang jalan hidupnya disini. Dimana di semester 3 ini juga kali pertamanya ia berjalin kasih dengan seorang gadis minang yang mana wanita tersebut tidak lain tidak bukan adalah juniornya di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
Lebih seru lagi dimana ia mengetahui bahwa salah satu dosen yang akan berbagi ilmu dengannya di semester 3 adalah Abdullah Khusairi dimana beliau ini adalah seorang jurnalis yang perhitungkan di Sumatera Barat. Hari demi hari telah ia lalui di semester 3 ini cerita, kisah bahkan pengalaman sedih dan seru telah ia dapatkan disini. Tetapi ada salah satu hal yang sangat ia kecewakan di semester ini  karena ia tidak mampu untuk menggali ilmu secara maksimal dengan Abdullah Khusairi.
Semester 3 telah ia lalui, itu berarti sudah sekitar 1 tahun 6 bulan ia telah berada di tanah minang ini. Nyaman tentram adalah hal yang sangat berharga yang ia dapatkan disini, Batusangkar sudah seperti rumah kedua bagi dirinya. Ia berharap semoga kedepannya banyak cerita dan hal-hal indah yang ia dapatkan, yang awalnya tersesat semoga menjadi tersentuh.