Demokrasi Kita Sedang Sakit
Oleh: Panji Anugerah
Bangkit
dan bersatulah kaum pewaris peradaban, karena negri kita ini lagi carut marut
dan Demokrasi yang di perjuangkan dengan darah dan air mata digadaikan dengan
begitu saja dengan dalih ketentraman rakyat
tapi nyatanya itu hanyalah omong kosong belaka karena alasan itu hanya
semata-mata untuk mempernyenyak tidur penguasa. Indonesia hari ini sudah jauh
dari ideologi substansifnya, pancasila ditafsirkan dengan seenaknya saja di
monopoli dengan sesukanya saja mungkin karena politik praktis telah masuk di
dalamnya. Coba kita lihat adanya Perppu No 2 Tahun 2017 yang mana itu mengkerdilkan sifat dan
fungsi-fungsi ormas.
Demokrasi
kita sedang sakit kebebasan berpendapat yang mana telah di suratkan dalam UUD
1945 pasal 28 E (3) tidak berjalan sesuai fungsinya lagi. Mari kita amati
orang-orang yang sungguh berniat untuk menegur para penguasa yang mungkin lalai
dalam amanahnya malah dikatakan sebagai provokator, pengujar kebencian dan di
sebut subversif. Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja salah satu
kekayaan rakyatnya (Demokrasi) telah dikebiri, telah dirampas lagi dan lagi
alasannya adalah untuk membina kerukunan.
Demokrasi
diambang kematian, kenapa tidak? Kampus yang perannya sebagai tempat orang-orang
yang peduli akan bangsa, kampus yang fungsinya sebagai tempat bebas
berekspresi, bebas mengeluarkan pendapat telah di kekang, karena Mahasiswa saat
ini dianggap sebagai orang-orang yang spratis dan selalu membuat onar.
Demokrasi
kita sedang sakit, Mahasiswa di polisikan, Mahasiswa di pukuli dihantam
layaknya durjana elit. Kaum kritis dihabisi, kaum perusak dihormati sistem
mulai menjadi diktator ketika hukum tidak menjadi pelindung bagi orang-orang
yang berjuang di jalan kebenaran
Demokrasi
kita diambang kematian, kenapa tidak? Rezim hari ini sangat anti kritik, pola
pikir yang bermental kapitalis telah tumbuh dibenak penguasa, lihat saja
investor rakus telah datang dari segala penjuru untuk membumihanguskan kekayaan
bumi pertiwi ini.
Wahai
pewaris peradaban kita harus ambil bagian dalam masalah ini mari kita junjung
Demokrasi karena pada prinsipnya kekuasaan ada ditangan rakyat. Janganlah
menghambah pada ketakutan karena itu akan menambah barisan perbudakan, dan
janganlah bersifat netral karena diam adalah tindak kejahatan. Ketika pemuda
diam melihat suatu persoalan maka kehancuran suatu bangsa hanya menunggu waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar