Total Tayangan Halaman

Rabu, 01 November 2017

Klarifikasi Kominfo



Kominfo Sumbar: Instruksi Registrasi Kartu, Beritanya Benar!
Kominfo Daerah se-indonesia Minta Kejelasan Menkominfo.
 
 Terkait maraknya informasi Registrasi kartu yang beredar di media-media sosial Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar Yeflin Luandry mengatakan kepada padek Rabu (01/11) bahwasanya informasi tersebut benar adanya dan itu telah instruksi langsung dari Mentri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
            Dalam Informasi Kominfo Pusat bahwasanya waktu registrasi dibuka mulai tanggal 31 Oktober- 28 februari. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Kominfo pusat dalam penegasannya kepada masyarakat terbagi dalam 3 tahap yaitu: minggu pertama Februari jika tidak di registrasi (kartu tidak bisa digunakan untuk nelpon dan sms), minggu kedua jika tidak di registrasi (Kartu tidak bisa digunakan untuk menerima dan melakukan telpon dan sms) minggu terakhir jika tidak di registrasi (akan diblokir secara total) dan kartu tidak bisa dipergunakan.  
 Yeflin menjelaskan bahwasanya Registrasi itu sangatlah sederhana bukan serumit seperti yang diberitakan di media. Caranya sangat gampang hanya menuliskan nomor KTP dan nomor KK, jika ada pemberitahuan tentang nama ibu, penghasilan orangtua itu baru berita hoax. Jika memang KTP belum ada bisa diganti dengan NIK yang ada di Kartu Keluarga, dan bila Kartu keluarga belum ada bisa melapor kepada lurah setempat, dan Ini terkait dengan kenyamanan masyarakat menikmati era teknologi.
Ada 4 tujuan dilakukannya kebijakan seperti ini, yang pertama Untuk perlindungan bagi si pemilik kartu jika ada pencurian ataupun hal yang bersifat Kriminal, Untuk mencegah banyaknya pembelian kartu dan akun-akun palsu, karena menurut data Kominfo Pusat ada 300 juta kartu yang beredar di seluruh Nusantara. yang  mana ini melebihi jumlah penduduk sehingga memungkinkan banyaknya akun-akun palsu yang ingin memanfaatkan kondisi ini sebagai ajang penipuan. oleh karena itu dengan adanya Registrasi ini masyarakat hanya boleh memakai maksimal 3 kartu. yang ketiga untuk mencegah beredarnya komunikasi narkoba dan radikalisme, dan terakhir sebagai sarana untuk pendeteksian bagi orang-orang yang melakukan penipuan.
Di lain sisi Pihak Dinas Kominfo Sumbar sendiri masih bingung terkait informasi ini, karena belum adanya instruksi secara ke Dinasan yang diberikan Kominfo Pusat kepada daerah, Seperti adanya surat, himbauan ataupun prosedur. Informasi hanya diberitahukan lewat komunikasi public (WA, TV,).
Oleh karena itu Kominfo Daerah Se-Indonesia meminta surat edaran resmi kepada Kominfo pusat agar nantinya adanya sikap ataupun informasi lanjutan dari Daerah, karena melihat fakta dilapangan bahwasanya masyarakat masih sangat ragu-ragu dan menganggap informasi ini hanyalah hoax belaka. Jika memang ada surat edaran secara dinas kita bisa melakukan beberapa langkah-langkah seperti sosialisasi, ataupun himbauan-himbauan kepada masyarakat.
Secara umum masyarakat belum mengetahui secara pasti, Seperti wawancara yang dilakukan padek Rabu (01/11) kepada beberapa masyarakat Titi (24) misalnya ia mengungkapkan bahwasanya ia sendiri masih ragu dan belum mengetahui secara pasti terkait informasi yang di sebarkan Kominfo Pusat senada dengan itu Nurul (20) menambahkan dan berharap adanya sosialisasi secara jelas kepada seluruh masyarakat.
Dilain sisi masyarakat masih terkotak-kotak dalam memaknai informasi. Ini terjadi akibat pola pikir dan pandangan yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat, ada yang menganggap informasi ini adalah untuk kebaikan umat dan bangsa sementara itu ada yang beranggapan bahwa tujuan ini untuk disalahgunakan dalam kepentingan oknum-oknum tertentu.    
“Ini adalah salah satu cara menanggulangi hoax, karena belakangan ini banyaknya penggunaan media yang menyimpang, Kominfo sumbar menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengindahkan instruksi registrasi kartu, mari kita tinju hoax secara bersama-sama”, Ujar Yeflin (PA)

Selasa, 31 Oktober 2017

Pemuda Zaman Now



Pemuda Zaman Now!
Oleh: Panji Anugerah

Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
            Berbicara bangsa Indonesia, berarti berbicara tentang superiornya pemuda. Pemuda dan sejarah tidak bisa dilepaskan sama seperti sendi tubuh yang mempunyai nafas dan keselarasan. Soekarno saja mengakui itu dengan peryaataannya “Beri aku 10 pemuda akan goncangkan dunia”, pernyataan ini menunjukkan bahwa sang proklamator ini berharap besar kepada pemuda untuk kemajuan bangasa. Terbukti dengan banyaknya catatan sejarah dan perjuangan bangsa  berkat kerja keras dari seorang pemuda hingga terjadinya kemerdekaan sekalipun tidak lepas dari pemuda. Coba kita amati secara historis, 1908, 1928, 1945, 1948, 1968. 1998. Itu adalah beberapa Tahun-Tahun penting dalam perjalanan bangsa Indonesia mulai dari lahirnya hari kebangkitan nasional hingga terjadinya reformasi itu berkat pemuda. Maka tidak salah jika pemuda adalah pondasi dari pembangunan bangsa. Maka tidak salah jika, pemuda adalah kekuatan bangsa, maka tidak salah rakyat menjadikan pemuda sebagai penyambung lidah (Aspirasi) karena Pemuda adalah kekuatan yang paling kuat dalam suatu Negara.
            Tak asing lagi di telinga kita, jika mendengar sumpah pemuda, ya tepat 89 tahun yang lalu pemuda Indonesia mengikrarkan kata-kata suci yang mana tujuannya untuk menyatukan seluruh pemuda-pemuda yang ada di di bumi pertiwi ini. Sebuah deklarasi sakral yang menghantarkan dalam suatu persatuan demi bangsa yang berkemajuan dengan jargon” Kami Putra-Putri Indonesia bersumpah bertanah air satu tanah air Indonesia, Kami Putra-Putri Indonesia bersumpah berbangsa satu bangsa Indonesia, kami putra-putri Indonesia bersumpah berbahasa satu bahasa Indonesia”. Tidak hanya narasi semata tapi pemuda Indonesia dahulu mengaplikasikannya  dengan membuktikan  melalui pergerakan dan perjuangan mempunyai nafas yang kokoh dan menjadikan para kolonial sulit untuk menembus pertahanan bangsa. Contohnya saja setelah di deklarasikan pemuda bersatu padu dalam memperjuangkan kemerdekaan tanpa pernah menanyakan darimana asal suku/budaya karena mereka menganggap bangsa Indonesia satu tubuh. Tidak sampai di situ pemuda pada tahun 1928 menyuarakan bahwasanya kata-kata sakral yang di sumpah tersebut menjadi titik tolak persatuan dan perjuangan pemuda-pemuda untuk kedepannya. Tapi apa sumpah pemuda kini hanya dijadikan seperti hari peringatan yang bersifat ceremonial belaka dan mengesampingkan makna. Pemuda zaman now pasti akan memperingati itu, melalui status-status nggak jelas di dunia maya hanya itu dan sebatas itu. Wajar saja jika pada hari ini para leluhur, menangis-nangis di pangkuan pertiwi melihat tingkah laku pemuda zaman now. Kenapa tidak? karena Warisan pergerakan yang telah ditinggalkan leluhur semakin hari semakin tidak diperdulikan bahkan ditinggalkan. Pemuda-pemuda yang seharusnya berada di garda terdepan untuk memperbaiki bangsa malah asik dengan dunianya sendiri dan tidak jarang merusak peradaban dari seorang pemuda.
Coba kita amati, bahwa semakin minimnya pemuda-pemuda yang berani mendedikasikan hidupnya untuk bangsa. Karena Pemuda zaman now lebih suka nongkrong-nongkrong di café, foto-foto di mal mewah yang menimbulkan sifat apatis dan hedonis. hedonis semakin menggeruguti jiwa pemuda zaman now yang mengakibatkan kecacatan mental, dan hilangnya suatu nurani, karena pada esensinya pemuda harus mempunyai jiwa yang idealis. Belum lagi sifat apatis yang terus mengalir deras di benak pemuda. Contohnya saja pemuda lebih peduli melihat smartphone-nya dari pada alam sekitar yang menimbulkan ego dan personalia yang tinggi. Yang lebih menyayat hati pemuda zaman now tidak mengindahkan persatuan Indonesia, terbukti maraknya konflik-konflik horizontal seperti tawuran, kekerasan bahkan sikap-sikap radikal yang sebenarnya tidak perlu untuk dilakukan. Tidak sampai disitu pemuda zaman now telah  telah banyak sekali  terjangkit penyakit masyarakat seperti mengonsumsi narkoba, mabuk-mabukan, seks bebas.
            Pemuda zaman now tidak mengerti lagi akan maknanya, jika seperti ini kondisi terus menerus, mau dibawa kemana bangsa kita ini? Mau didaratkan ke bandara mana nusantara ini, jika pemudanya saja tidak peduli bahkan tidak mau tau terhadap bangsanya.  Bangunlah pemuda zaman now, karena dipundak kalian itulah bangsa ini dititip sejahtrakan. Selamat hari Sumpah Pemuda ke 89!
           
             

Rabu, 25 Oktober 2017

Puisi agama



Dalam Sadarku
Penulis: Panji Anugerah


Maafkan  aku terlanjur kalah dengan hawa nafsuku
Maafkan jika aku terlanjur cinta terhadap dunia ini
Maafkan jika otakku masih di kerumuni syaithan
Dan maafkan ini semua ulah bodohku, aku akan bertanggung jawab
Tolong, Luapkan semuanya malam ini
Esok dan seterusnya jangan pernah
Tolong, lampiaskan semuanya
Detik selanjutnya kembalilah ke fitri
Mohon, beri aku kesempatan untuk bersujud
Di sisimu yang Maha Suci
Ampunkan, aku tak mampu menerimanya esok
Ku bersujud, menangisi kekalahanku
Kini ku telah sadar dan tak gila lagi
Ku berjanji, ku bersumpah, ku mengucap di naungan alam semesta ini
Di bawah kolong langit ini, di atas tanah yang empuk ini
Dan di sisi orang yang munafik ini, Sampai Kapanpun
Cam kan itu!

Selasa, 24 Oktober 2017

Puisi Kebangsaan



Terimakasih Tuhan
Penulis: Panji Anugerah

Ketika semua telah tergantung ketetapan-Mu
Ketika kebenaran diputarbalikkan menjadi kebatilan
Orang baik dituduh perusak bahkan provokator
Penguasa menjadikannya nista di mata Ummat
Tapi kami tetap percaya dengan Kuasa-Mu
Kami keras kepala dan tetap memilih berjuang
Meski simpul-simpul asa, di ejawantahkan bak durjana
Meski peluh-peluh ini semakin hari semakin berkurang
Tapi kami tetap bebal dan selalu menyuarakan Merdeka atau Mati
Kami tau ini hanya Drama kecil-Mu
Ujian untuk hamba yang sedang terbang dan tiarap
Sembari menunjukkan siapa lakon yang sesungguhnya
Kami tau, kami mengamini itu
Kami sangat berterimakasih Kepada-Mu
Karena telah menunjukkan siapa pemimpin kami yang sebenarnya
Dan kini telah jelas dan benderang
Ia memilih duduk diatas hotel elit daripada di pematang sawah
Walau ia selalu ber-alibi bahwa sawah adalah tempat ternyamannya
Terimakasih Tuhan….
Atas misteri yang KAU lemparkan
Kami selalu mencari bahkan telah menyelidiki
Dugaan kami ternyata benar
Kami masih dipimpin dan hidup di era yang HIPOKRIT



Senin, 23 Oktober 2017

Mengapa turun ke jalan?



Mengapa Kita Turun Ke Jalan?
Oleh: Panji Anugerah

Mengapa Kita Turun Ke Jalan? Apakah Kita turun ke Jalan Bangsa Ini akan Baik? Apakah kita Turun Bisa Mengubah Kebijakan? Inilah beberapa pertanyaan-pertanyaan yang selalu di lemparkan Pemuda (Mahasiswa) yang masih skeptis dalam pergerakan. Turun kejalan adalah salah satu bentuk keresahan dan tidak kesetujuan kita terhadap suatu kebijakan. Mengkritik pemerintah adalah salah satu trik menembak dengan potensial karena dengan itu bisa berubahnya suatu tatanan dari atas hingga ke akar-akarnya. Muncul pertanyaan lagi Lebih baik kita berbuat hal-hal yang kreatif daripada mengkritisi? Berbuat hal-hal yang kreatif boleh bahkan sangat dianjurkan karena itu sebagian cara untuk membangun bangsa ini tapi harus dilandasi sifat yang kritis, kenapa? jika Kreatif tanpa di dukung oleh kebijakan Pemeritah yang pro sama saja dengan bohong. Kan kita berdiri sendiri? Memang benar secara prinsip bisa berdiri sendiri tapi dalam konsep kewarganegaraan kita tidak bisa berdiri sendiri secara struktural, kenapa? Kebijakan Pemerintah itu adalah diatas segalanya misalnya saja jika kita punya Perusahaan tetapi secara Ekonomi Pemerintah yang memegang kendali, jadi menurunnya pertumbuhan ekonomi atau meningkatnya pasti akan berdampak dengan perusahaan tadi.
Kembali ke konsep awal, Turun ke jalan adalah bentuk kontrol Pemuda terhadap Pemerintah. Karena Bangsa Indonesia sendiri lahir oleh perjuangan kaum-kaum muda. Pemuda punya 4 peran yang harus di aplikasikan untuk kemajuan bangsa ini yaitu agent of change, social control, iron stock, dan moral force. Sudah banyak aksi, kok nggak ada yang berubah? Perubahan itu butuh proses dan nggak boleh nyerah jika aksi kita ditolak bahkan dianggap anarkis. Sedikit berbicara Sejarah  pada tahun 1941  Soekarno pernah di penjara di suka miskin, Bung Hatta diasingkan Ke Belanda dan Tan Malaka ke luar negri dan pada saat itu beberapa golongan Rakyat telah pupus harapannya dan menganggap suatu kemerdekaan hanyalah mimpi belaka. Tetapi tidak dengan Soekarno, hatta, dll mereka masih yakin bahwa tidak ada yang tak bisa dicapai jika dengan sungguh-sungguh. Memang benar tepat 4 tahun silam Indonesia Merdeka dari Kolonial. Suatu pergerakan itu tidak berubah sekejap mata tetapi  butuh proses walau kita nantinya tidak menikmatinya tapi anak dan cucu kita dapat menikmati suatu udara yang benar-benar terhindar dari kezaliman.
Jadi jangan pernah diam melihat suatu kezaliman, sejatinya bangsa ini banyak problematika bukan karena banyaknya orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik. Terlebih disaat menjadi mahasiswa, ambil bagianlah dalam setiap aksi gerakan. Jika menilik sejarah Mahasiswa adalah ujung tombak dari peradaban di Indonesia. Turun kejalan bukanlah perilaku yang anarkis apalagi radikal, yakinlah!. Turun kejalan bukanlah perbuatan yang memalukan, percayalah! Turun kejalan bukanlah sifat orang bodoh yakinlah dan percayalah padaku. Sudah cukup pikiranmu itu dibodohi oleh media, sudah cukup jiwamu itu di nodai perkataan orang-orang yang sangat ego dan hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Tolong dengar ucapanku ini, bangun dan bergeraklah bangsa ini butuh pikiranmu, rakyat butuh sumbangsihmu dan pertiwi mendamba hadirmu. Apalagi yang kau ragukan? Ini sudah benar-benar nyata tidak ada kesemuan belaka.
Sekali lagi jangan pernah tanyakan kenapa mereka turun kejalan, tapi tanyakanlah kenapa saya tidak ikut turun? Sebuah keharusan bagi pemuda (Mahasiswa) untuk ambil bagian dalam perbaikan bangsa karena  Perguruan Tinggi didirikan bukan semata-mata untuk kemajuan masa depan Personalia tapi jauh dari itu Perguruan Tinggi didirikan untuk kemajuan bangsa ini seperti mana yang cita-citakan pendahulu. Mahasiswa itu kemewahannya adalah idealisnya, dan hati nuraninya adalah langkah awal untuk bergerak. Mahasiswa itu kewajibannya untuk mengkritisi karena itu adalah esensinya. Sebuah peradaban akan tumbuh jika pemudanya mempunyai sifat kritis dan kreatif. Mau melihat Indonesia madani? Bergerak, berbuat dan berhentilah menghujat.